Berapakah Biaya Membangun Dapur Modern 5 m x 3 m Dengan 1 Jendela Kaca Type Biasa
BERAPAKAH BIAYA MEMBANGUN DAPUR MODERN 5 m x 3 m DENGAN 1 JENDELA KACA TYPE BIASA
Bagi anda yang sedang berencana membangun dapur modern 5 m x 3 m dengan 1 jendela kaca, tentunya membutuhkan referensi berapa biaya yang dibutuhkan untuk membangun dapur tersebut, dan estimasi kebutuhan material.
Berapa dana dana yang dibutuhkan untuk membangun dapur modern 5 m x 3 m dengan 1 jendela kaca ?
Dapur Modern 5 m x 3 m Type Biasa
Dapur modern 5 m x 3 m type biasa maksudnya adalah membangun dapur yang memiliki total luas bangunan 15 m², dengan bentuk yang modern type biasa, dan kali ini ukuran yang akan kita hitung adalah panjang 5 meter x 3 meter (luas = 15 m²), dengan tinggi bangunan sekitar 3,5 meter.
Dengan rincian ukuran, sebagai berikut:
• Tampak depan berukuran 5 m
• Tampak belakang berukuran 5 m
• Tampak samping kanan 3 m
• Tampak samping kiri 3 m
Berapa biaya membangun dapur modern 5 m x 3 m ?
Kebutuhan material dan biaya untuk membangun dapur modern dengan panjang 5 m x lebar 3 m dan tinggi 3,5 m, antara lain:
1. Hebel (bata ringan)
2. Pasir
3. Semen
4. Kerikil
5. Besi beton
6. Kaso dan triplek
7. Paku
8. Rangka atap
9. Genteng
10. Plafond gypsum
11. Kusen, Pintu, Jendela
12. Engsel dan kunci
13. Granit
14. Cat
15. Instalasi listrik
16. Instalasi pipa air
17. Upah kerja tukang
19. Kaca
20. Pembuatan meja
21. Pembuatan lemari
22. Biaya tak terduga
Perhitungan biaya untuk membangun dapur modern panjang 5 m, lebar3 m dan tinggi 3,5 m
1. Hebel (bata ringan)
Untuk mengetahui jumlah batu bata yang dibutuhkan, adalah dengan menghitung luas seluruh dinding yang ada pada bangunan dapur tersebut, dengan tinggi dinding bangunan sekitar 3,5 meter.
Luas seluruh tembok/dinding bangunan dapur, yaitu:
• Dinding depan 5 m x 3,5 m = 17,5 m²
• Dinding belakang 5 m x 3,5 m = 17,5 m²
• Dinding samping kanan 3 m x 3,5 m =
10,5 m²
• Dinding samping kiri 3 m x 3,5 m =
10,5 m²
Total volume semua tembok/dinding adalah
Sekitar = 56 m².
kebutuhan hebel (bata ringan) yaitu 8,3 buah/m²
Total kebutuhan hebel (bata ringan) = 56 m² x 8,3 buah = 464,8 buah, kita bulatkan menjadi 465 buah. Jika harga hebel (bata ringan) Rp 9.000/buah x 465 buah = Rp 4.185.000
2. Pasir
Untuk mengetahui berapa kebutuhan pasir untuk membangun dapur tersebut, yang berukuran panjang 5 m, lebar 3 m dan tinggi 3,5 m.
• Pasir untuk pasang hebel (bata ringan)
Pasir untuk kebutuhan pasang hebel (bata ringan) adalah sekitar = 0,004 m³/m² tembok/dinding. Jika luas keseluruhan tembok/dinding = 56 m², maka 0,004 m³ x 56 m² = 0,224 m³
• Pasir untuk Plester tembok/dinding
Pasir untuk kebutuhan plester tembok/dinding adalah sekitar 0,027 m³/m², luas tembok seluruhnya dikali 2 (tembok luar dan tembok dalam). Luas seluruh permukaan tembok/dinding 56 m² x 0,027 m³ x 2 = 3,024 m³
• Pasir untuk lantai
Pasir untuk kebutuhan lantai yaitu menghitung luas seluruh lantai dan menjadikanya kubik dengan tebal rabatan 5 cm, jadi volume untuk lantai adalah= 0,75 m³.
Perbandingan semen dan pasir untuk lantai 1:5
Maka kebutuhan pasir untuk lantai dapur adalah= 0,75 m³ x 5/6 = 0,625 m³
• Pasir untuk cor pondasi/tulangan
Untuk pembangunan dapur tentunya dibutuhkan pondasi/sloof biar kuat, dan kita menggunakan pondasi dengan ukuran 25 cm x 20 cm x panjang pondasi/sloof dapur yang kita bangun di kali 2 (pondasi dan Tulangan ring balok atas tembok)
Panjang pondasi/sloof dapur yang kita bangun dan panjang tulangan ring balok = (5 m + 3 m + 5 m + 3 m) x 2 = 32 m, jadi volume pondasi sloof = 32 m x (25 cm x 20 cm) = 32 m x 0,25 m x 0,2 m = 1,6 m³ x 2 = 3,2 m³
Selain itu ditambahkan juga pengecoran/tulangan untuk tiang penahan masing-masing sudut tembok, dengan panjang/tinggi 3,5 m x 4 jumlah sudut = 14 m, dan besar kolom 10 cm x 10 cm
Jadi volume tulangan kolom adalah = 14 m x 10 cm x 10 cm = 14 m x 0,1 m x 0,1 m = 0,14 m³, jadi total keseluruhan pengecoran pondasi sloof, ring balok, dan kolom adalah = 3,2 m³ + 0,14 m³ = 3,34 m³
Perbandingan pengecoran semen, pasir, dan kerikil adalah 1:2:3
Jadi kebutuhan pasir untuk pengecoran pondasi, sloof, ring balok, dan kolom adalah = 3,34 m³ x 2/6 = 1,113 m³
Total kebutuhan pasir = 0,224 m³ + 3,024 m³ + 0,625 + 1,113 m³ = 4,986 m³ (kita bulatkan menjadi 5 m³), jika harga pasir Rp 272.000/m³ x 5 m³ = Rp 1.360.000
3. Semen
Seperti halnya pasir, semen juga memiliki kebutuhan antara lain:
• Semen untuk pasang hebel
Semen untuk pasang hebel (bata ringan) adalah sekitar 4 kg/m², jadi kebutuhan semen 56 m² x 4 kg = 224 kg, jika semen yang digunakan adalah 40 kg/zak, maka 224 kg/40 zak = 5,6 zak
• Semen untuk plesteran dan acian
Tembok/Dinding
Semen untuk plesteran dan acian tembok/dinding adalah sekitar 5 kg/m², plesteran dan acian tembok/dinding adalah luas seluruh permukaan dikali 2 (luar dalam) = (56 m² x 5 kg) x 2 = 560 kg, jika semen yang digunakan 40 kg/zak, maka 560 kg/40 zak = 14 zak
• Semen untuk lantai
Luas permukaan lantai yang akan kita semenisasi adalah 15 m², dan ketebalan lantai 5 cm (0,05 m), sehingga volume semenisasi untuk lantai 15 m² x 0,05 m = 0,75 m³.
Perbandingan semen dan pasir untuk lantai 1:5
Kebutuhan semen = 0,75 m³/6 = 0,125 m³ kebutuhan semen = 0,125 m³ x 1500 kg (berat jenis semen) = 187,5 kg/40 kg = 4,6875 zak (bulatkan 4,7 zak)
• Semen untuk pondasi dan tulangan
Total volume pondasi dan tulangan 1,113 m³, perbandingan semen, pasir, kerikil (1:2:3)
Kebutuhan semen untuk pondasi dan tulangan = 1,113 m³ x 1/6 = 0,1855 m³, kebutuhan semen 0,1855 m³ x 1500 kg = 278,25 kg/40 kg = 6,95625 zak, kita bulatkan 7 zak
Total kebutuhan semen adalah = 5,6 zak + 14 zak + 4,7 zak + 7 zak = 31,3 zak (bulatkan 32 zak), jika harga semen @ 40/kg = Rp 52.500/zak x 32 zak = Rp 1.680.000
4. Kerikil
Kebutuhan kerikil untuk pengecoran pondasi dan tulangan dengan total volume pengecoran 1,113 m³, adalah = 1,113 m³ x 3/6 = 0,5565 m³ bulatkan 0,56 m³, jika harga kerikil Rp 242.000/m³ x 0,56 m³ = Rp 135.520 (bulatkan Rp 136.000)
5. Besi beton
Besi beton untuk pondasi dan tulangan, dengan ukuran besi 10 mm sebagai besi beton utama, dan 6 mm untuk pengikat.
Kebutuhan besi beton 10 mm = 4 x total panjang pondasi dan tulangan 56 m = 4 x 56 m = 224 m, besi beton biasanya berukuran panjang 12 meter. Maka kebutuhan besi beton 10 mm adalah 224 m/12 m = 18,6 dan kita bulatkan menjadi 19 batang, jika harga besi beton 10 mm Rp 60.000/batang x 19 batang = Rp 1.140.000
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 20 cm x 15 cm untuk pondasi sloof adalah = 6,3 batang
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 9 cm x 15 cm untuk kolom adalah = 3,8 batang
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 9 cm x 15 cm untuk ring balok adalah = 4,3 batang
Jadi kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel adalah 6,3 + 3,8 + 4,3 = 14,4 batang (kita bulatkan 15 batang), jika harga besi 6 mm Rp 26.500/batang x 15 batang = Rp 327.500
Kebutuhan besi beton 10 mm = 4 x total panjang pondasi dan tulangan 56 m = 4 x 56 m = 224 m, besi beton biasanya berukuran panjang 12 meter. Maka kebutuhan besi beton 10 mm adalah 224 m/12 m = 18,6 dan kita bulatkan menjadi 19 batang, jika harga besi beton 10 mm Rp 60.000/batang x 19 batang = Rp 1.140.000
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 20 cm x 15 cm untuk pondasi sloof adalah = 6,3 batang
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 9 cm x 15 cm untuk kolom adalah = 3,8 batang
Sedangkan kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel 9 cm x 15 cm untuk ring balok adalah = 4,3 batang
Jadi kebutuhan besi beton 6 mm untuk pengikat/begel adalah 6,3 + 3,8 + 4,3 = 14,4 batang (kita bulatkan 15 batang), jika harga besi 6 mm Rp 26.500/batang x 15 batang = Rp 327.500
6. Kaso dan Triplek
Kaso dan triplek adalah buat begesting atau pencetak cor beton, jumlah kaso buat begisting pondasi sloof, kolom, dan ring balok adalah 46 batang kaso, jika harga kaso 4x6 Rp 32.500/batang x 46 batang = Rp 1.495.000, Sedangkan kebutuhan triplek berjumlah 5 lembar triplek, jika harga triplek 6 mm Rp 100.000/lembar x 5 lembar = Rp 500.000
Jadi kebutuhan kaso dan triplek adalah = Rp 1.495.000 + Rp 500.000 = Rp 1.995.000
7.Paku
Kebutuhan paku dengan 2 ukuran, yaitu paku ukuran 3 cm dan 5 cm dianggarkan biaya sekitar Rp 100.000
8. Rangka atap
Disini rangka atap kita menggunakan baja ringan, Rangka atap baja ringan adalah sebuah struktur atap yang menggunakan baja kuat tetapi ringan dengan membuat kuda-kuda dan Reng.
Kebutuhan rangka atap adalah panjang dan lebar bangunan dengan overtek 1 m di empat sisi dengan kemiringan 35 derajat.
Panjang = 5 m + 1 + 1 = 7 m
Lebar = 3 m + 1 + 1 = 5 m
Kemiringan = 35 derajat (0,819)
Jadi volume atap adalah 7 m x 5 m/0,819 = 42,7 m, kita bulatkan 43 m
Jadi kebutuhan kaso baja ringan sekitar 14 batang, jika harga Kaso baja ringan prima 1.00 mm Rp 105.000/batang x 14 batang = Rp 1.680.000, sedangkan kebutuhan Reng sekitar 35 batang, jika harga reng baja ringan prima 0.45 mm Rp 40.000/batang x 35 batang = Rp 1.400.000
Jadi kebutuhan rangka atap baja ringan adalah = Rp 1.680.000 + 1.400.000 = Rp 2.080.000
9. Genteng
Kebutuhan genteng dianggarkan biaya sekitar Rp 1.882.000 dengan harga genteng Rp 1.250/buah genteng garuda
10. Plafond gypsum
Kebutuhan plafond gypsum adalah panjang x lebar bangunan dapur = panjang 5 m x lebar 3 m = 15 m². Bahan-bahan yang diperlukan untuk plafond adalah lembaran gypsum 120 cm x 240 cm, rangka hollow, dan list alumunium L untuk profil pinggir/mainan.
Jadi kebutuhan plafond gypsum dengan ruangan seluas 15 m² adalah sekitar 3 lembar gypsum, rangka hollow membutuhkan 5 batang, dan list alumunium L 3 batang.
Harga selembar gypsum = Rp 63.000 dengan merek jayabord x 3 lembar = Rp 189.000, harga rangka hollow 3,5 cm x 2 cm per batang = Rp 14.500 x 5 batang = Rp 72.500, dan list alumunium L = Rp 12.000 x 3 batang = Rp 36.000
Total biaya untuk plafond gypsum adalah = Rp 189.000 + Rp 72.500 + Rp 36.000 = Rp 297.500
Jadi kebutuhan plafond gypsum dengan ruangan seluas 15 m² adalah sekitar 3 lembar gypsum, rangka hollow membutuhkan 5 batang, dan list alumunium L 3 batang.
Harga selembar gypsum = Rp 63.000 dengan merek jayabord x 3 lembar = Rp 189.000, harga rangka hollow 3,5 cm x 2 cm per batang = Rp 14.500 x 5 batang = Rp 72.500, dan list alumunium L = Rp 12.000 x 3 batang = Rp 36.000
Total biaya untuk plafond gypsum adalah = Rp 189.000 + Rp 72.500 + Rp 36.000 = Rp 297.500
11. Kusen, Pintu, Jendela
Kebutuhan kusen, pintu, dan jendela untuk pembangunan dapur =
• Harga kusen pintu ukuran 90 cm x 200 cm
= Rp 300.000
• Harga kusen jendela ukuran 100 cm x 200
cm = Rp 450.000
• Pintu kayu ukuran 90 cm x 200 cm =
Rp 750.000
Total biaya untuk kusen, pintu dan jendela yaitu = Rp 1.500.000
12. Engsel dan kunci
Kebutuhan untuk engsel dan kunci pintu sebesar Rp 100.000
13. Granit
Kebutuhan granit lantai adalah = luas seluruh bangunan dapur (15 m²), jika harga granit lantai 60x60 Rp 209.650 x 15 m² = Rp 3.144.750 kita bulatkan Rp 3.144.800
14. Cat
Kebutuhan untuk tembok/dinding, kusen dan pintu. Dalam 1 liter cat menghasilkan sebanyak 12 m² tembok/dinding untuk 1 lapisan.
Jadi kebutuhan cat air adalah = (luas tembok x 2)/12 m² = (56 m² x 2)/12 m² = 9,3 liter x 2 lapisan = 18,6 liter
Jika 1 pail cat berisi 2,5 liter, maka dibutuhkan 7,44 pail cat (bulatkan 8 pail)
8 pail x harga cat = 8 pail x Rp 180.000 = Rp 1.440.000
Kebutuhan cat minyak untuk kusen dan pintu sekitar 5 liter x Rp 50.000/liter = Rp 250.000.
Total biaya untuk pengecatan kusen dan pintu pembangunan dapur yaitu Rp 1.440.000 + Rp 250.000 = Rp 1.690.000
15. Instalasi listrik
Biaya instalasi listrik, kabel stop kontak, saklar, dan lampu, kita anggarkan sekitar Rp 400.000
16. Instalasi pipa air
Biaya pemasangan pipa air, kran dan lain-lain kita anggarkan Rp 400.000
17. Upah kerja tukang
Upah kerja borongan tukang bangunan (sampai pekerjaan bangunan dapur selesai 100% atau dapur siap pakai), sekitar Rp 550.000/m² x 15 m² = Rp 8.250.000
18. Kaca
Kebutuhan kaca untuk jendela dapur adalah = luas jendela kaca 2 m² x harga kaca bening/polos dengan ketebalan kaca 8 mm = 2 m² x Rp 140.000/m² = Rp 280.000
19. Pembuatan meja
Total biaya untuk pembuatan meja dapur beton sampai finis granit adalah sekitar Rp 2.701.000
20. Pembuatan lemari
Total biaya pembuatan lemari adalah sekitar Rp 5.000.000
21. Biaya tak terduga
Anggaran biaya lain-lain sekitar Rp 20.000 x luas dapur = Rp 20.000 x 15 m² = Rp 300.000
Total keseluruhan untuk membangun dapur dengan 1 jendela kaca adalah sekitar Rp 37.808.000
Catatan :
Perhitungan ini dapat berubah-ubah, sesuai dengan kebutuhan, jenis material, harga, lokasi, waktu, dan sebagainya
Catatan :
Perhitungan ini dapat berubah-ubah, sesuai dengan kebutuhan, jenis material, harga, lokasi, waktu, dan sebagainya

Komentar
Posting Komentar